photofunia-1503588485.jpg


Beberapa minggu ini , ditengah harga garam dan bumbu masak yang semakin tinggi. Beredar kabar bahwa ada garam yang di campuri serpihan kaca, beredar luas di masyarakat.

Ini dilakukan oleh oknum-oknum nakal untuk mengatasi kerugian dari dampak melejitnya harga garam.

Tentunya hal ini sangat mengganggu para ibu rumah tangga yang memasak untuk keluargannya.
Garam cukup penting dalam memberi cita rasa asin agar tidak hambar pada makanan, di campuri kaca yang pasti membahayakan bagi kesehatan tubuh.

makana-asin-juga-wajib-dibatas.jpg


Kabar tersebut langsung viral di dunia jagat internet. Yang ramai di bicarakan di media sosial. Beredar pula video dan foto-foto yang meyakinkan tentang adanya bubuk/serpihan kaca dalam campuran garam di media sosial, tentu saja hal ini sangat meresahkan konsumen.

photofunia-1503590556.jpg


Hal ini langsung di tanggapi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai kabar hoax. "Garam dapur beryodium terdiri dari senyawa kimia Natrium Klorida (NaCl). Pada proses kristalisasi pembuatan garam, dihasilkan bentuk kubus kecil yang jika dihaluskan maka kristal akan pecah menyerupai pecahan kaca. " tegas dari website resminya.

BPOM dan Dinas Kesehatan sendiri juga melakukan uji coba terhadap beberapa merek yang di curigai mengandung serbuk kaca tersebut. Untuk di uji sempelnya dan hasilnya, Semua isinya adalah garam laut asli Natrium Klorida (NaCl) , tidak ada unsur kacanya.

Untuk yang masih ragu-ragu bisa kamu larutkan garam pada air lalu
di aduk apakah garam larut atau tidak.

dkupp-dinkes-uji-lab-sampel-ga.jpeg


Untuk konsumen juga disarankan untuk lebih teliti dengan melakukan cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) pada kemasan, jika hendak membeli berbagai produk obat dan makanan.

Untuk warga Net/Medsos mari kita hapus budaya Hoax di Negeri kita, ciptakanlah internet positif untuk kemajuan bangsa kita.